KARYA TULIS ILMIAH TENTANG BAHAYA NARKOBA BAGI MASYARAKAT LUAS

 Oleh : Wafa Nur Izzah

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Terdengar sangat ironis. Jumlah kasus pengguna narkotika, psikotropika dan bahan adiktif (narkoba) di Indonesia tiap tahun selalu mengalami peningkatan. Terhitung sejak tahun 2005, tercatat terdapat sekitar 2 juta pengguna narkotika, kemudian pada tahun 2008 meningkat jumlahnya sebanyak 3,3 juta orang. Dan survey tahun 2010 mengatakan bahwa, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang. Pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang. Oleh karena itu dituntut adanya peran serta dari berbagai pihak di Indonesia yang dapat memerangi narkoba. Salah satunya konselor sebagai pendidik dilingkungan pendidikan juga dapat ikut berpartisipasi dalam upaya memerangi obat-obatan terlarang tersebut.

Penyalahgunaan dalam penggunaan narkoba adalah pemakain obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka penggunaan narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.

Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.

Remaja Indonesia terkadang berfikir, bahwa pengguanan narkoba adalah sesuatu yang ‘Tren’ atau ‘Gaul’. Sehingga, seseorang dengan tidak menggunakan narkotika, adalah remaja yang ‘Ketinggalan Zaman’ atau ‘Kampungan’. Akibatnya, kecenderungan untuk penasaran mencoba barang haram tersebut muncul. Dan, akhirnya cukup banyak remaja yang sengaja mencoba dan pada ujungnya hanya menimbulkan rasa kecanduan akut akan pemakaian narkotika yang ternyata sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup setiap insan manusia.

1.2.RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka, masalah yang akan kami bahas yaitu :

  1. Apa itu narkotika?
  2. Dampak negatif apa yang ditimbulkan pengguna narkotika?
  3. Zat apa yang terkandung dalam narkotika dan yang paling berbahaya?
  4. Apakah yang menjadi faktor utama pecandu narkoba sengaja mengonsumsi barang haram tersebut?

1.3.TUJUAN PENELITIAN

  1. Untuk mengetahui apa itu Narkotika
  2. Untuk mengetahui Bahaya yang ditimbulkan akibat mengonsumsi narkotika
  3. Berbagi ilmu tentang bahaya mengonsumsi dan manfaat obat-obatan terlarang yang sesungguhnya kepada pembaca

1.4.METODE PENELITIAN

Metode yang kami gunakan adalah :

  1. Kajian pustaka, yang dilakukan dengan cara mencari literatur di Internet, dan buku-buku yang tersangkut masalah narkotika

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

1.2. RUMUSAN MASALAH

1.3. TUJUAN PENELITIAN

1.4. METODE PENELITIAN

1.5. SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Narkotika

2.2. Dampak negatif bagi pecandunya

2.3. Zat yang terkandung dan yang paling berbahaya di dalam narkotika

2.4. Faktor utama atau alasan-alasan pecandu

BAB III

PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

3.2.SARAN

DAFTAR PUSAKA

BAB II

                                                                 PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Narkotika

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Narkotika adalah zat obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

2.2. Dampak negatif bagi pecandunya

Sebenarnya, narkotika memang mempunyai fungsi tersendiri yang di klaim sudah biasa dipakai oleh beberapa masyarakat pedalaman atau ilmu medis. Sebagai contoh, untuk masyarakat di pedalaman Sumatera, mengkonsumsi daun ganja (Cannabis atau Marijuana) sebagai bumbu masakan adalah hal yang wajar. Sebab, sebagai pohon yang tumbuh liar di hutan-hutan pelosok Sumatera, seperti Aceh, tentunya dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk bahan masakan keluarganya yang berfungsi sebagai penyedap.

Atau bila kita pergi ke rumah sakit, maka narkoba jenis Morfin sering dipakai pihak kedokteran untuk obat kebal. Jika ada sebuah operasi untuk seorang pasien, mau tidak mau pihak rumah sakit atau tim medis akan memberikan suntik baal (kebal) agar tidak merasa sakit saat dilakukan operasi.

Untuk itu obat-obatan narkotika seyogyanya hanya dipakai oleh pihak kedokteran atau tim medis serta para peneliti di laboratorium tertentu yang berguna untuk melaporkan hasil penelitiannya pada masyarakat luas. Tetapi sayangnya, terkadang penggunaan narkoba malah disalahgunakan oleh mastarakat atau pihak tertentu yang memang bukan bagiannya menangani persoalan narkotika.

Seperti contoh, ganja yang semestinya untuk hal positif, karena disalahgunakan malah menjadi negatif dan sama sekali tidak bermanfaat. Sebab, ganja tersebut dipakai untuk bersenang-senang atau euforia sesaat dengan menghisapnya yang dibuat seperti lintingan rokok. Akibat semakin luasnya penyimpangan yang dilakukan, terutama kalangan remaja, membuat ganja dimasukkan sebagai zat terlarang yang berada dalam golongan satu dengan heroin.

Hampir serupa dengan ganja, pemakaian narkoba jenis serbuk putih seperti Heroin, Kokain atau Morfin digunakan untuk bersenang-senang sesaat. Melalui efek sampingnya yang menimbulkan euforia dan halusinasi, narkoba seperti itu malah membuat penggunanya seperti orang yang tidak sadar.

Atau dengan kata lain, mengkonsumsi narkoba seperti itu sama saja dengan menjerumuskan pemakainya dalam ketidakjelasan masa depan. Karena hanya senang sesaat yang didapat, namun efek ketagihan dengan bahaya latin kerusakan mental jika dikonsumsi terus menerus akan merenggut sang pemakainya.

Kerugian akibat mengonsumsi narkotika ini tentulah sangat banyak. Dari mulai dampak narkoba terhadap fisik, emosi, tingkah laku dan masih banyak lagi pengaruh buruk terhadap kelangsungan hidup si pecandu.

Dimulai dari dampak terhadap fisik si pecandu yaitu; Bobot tubuh si pecandu akan turun drastis dengan cepat, ini disebabkan karena si pecandu kehilangan nafsu makan. Ditambah perubahan fisik yang sangat begitu menonjol seperti mata si pecandu terlihat cekung dan berwarna semu merah, wajahnya akan terlihat sangat pucat dengan bibir berwarna kehitam-hitaman. Di tangannya pun terdapat bintik-bintik merah. Belum lagi gigi dan gusi yang rusak akibat pemakaian dalam jangka waktu lama (dampak pemakaian shabu-shabu). Dan untuk perubahan fisik lainnya adalah; Buang air besar dan kecil kurang lancar, sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas. Itu contoh kecil dampak buruk atau negatif bagi pecandu di ruang lingkup fisik saja.

Selanjutnya adalah dampak yang ditimbulkan akibat mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut di bagian emosional pecandu. Pertama, pecandu akan terlihat lebih sensitif terhadap orang-orang disekitarnya. Terutama, jika ia ditegur, ditegasi, dimarahi dan lain sebagainya, ia akan lebih mudah marah atau membangkang. Rasa bosan juga sering datang hinggap dikehidupan sehari-harinya. Akibatnya, semua aktifitasnya tidak terkelola dengan baik. Kedua, emosi yang tak terkendali akan dirasakan si pemakai. Ya itu dia, marah, kesal, mudah bosan, dan masih banyak lagi.

Dampak terakhir yang akan saya jelaskan adalah, dampak terhadap tingakah laku, sifat atau perilaku pengggunanya. Banyak sekali macam dan jenis dampaknya. Saya akan garis bawahi hal atau point pentingnya. Sebagaimana kita tahu, dampak yang awam diketahui tentang dampak buruk terhadap perilaku pemakai adalah menunjukkan sifat yang berbalik dengan sifat aslinya. Seperti contoh, sikap tidak peduli atau menjauh dari ruang lingkup masyarakat sekitar. Dan survey dari beberapa kasus mengatakan bahwa, pengguna akan cenderung tidak peduli lagi bahkan menjauhi keluarga mereka. Bisa digarisbawahi ‘Meninggalkan Tanggung Jawabnya’. Tugas kesehariannya atau biasa kita sebut rutinitas juga ditingggalkannya begitu saja. Dalam beberapa contoh kasus, jika penggunanya pelajar, pegawai atau bekerja di lingkungan umum dna ramai, biasanya mereka akan mencuri uang atau barang berharga milik rekannya. Dan dampak aneh yang wajib kita ketahui pula adalah, pengguna kan cenderung suka menyendiri di tempat-tempat gelap, entahlah itu di kamar tidur, gudang, pojokan ruangan, atau bahkan di kamar mandi sekali pun. Telah mengubah rutinitasnya menjadi keseharian yang aneh dan hidupnya sebagaimana kita tahu akan terlihat tidak sama seklai bermanfaat bagi orang lain.

Dan dampak-dampak lainnya adalah sebagai berikut; Takut akan air, batuk pilek berkepanjangan, bersikap manipulatif dan smenjadi seorang yang juga suka berbohong atau sering memanipulasi suatu kejadian yang telah dialaminya entah itu menjadi lebih dramatis, sedih, bahagia, dan sebagainya. Sering menguap, mengeluarkan keringat berlebihan dan baunya pun aneh, mimpi buruk juga sering dialaminya, sering mengalami nyeri kepala, atau nyeris sendi berlebihan.

2.3. Zat yang terkandung

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan. Zat berbahaya tersebut digolongkan menjadi : Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat adiktif.

-          Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:

  1. Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
  2. Codein atau Kodein
  3. Methadone (MTD)
  4. LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
  5. PC
  6. Mescalin
  7. Barbiturat
  8. Demerol atau Petidin atau Pethidina
  9. Dektropropoksiven
  10. Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)

-          Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:

  1. Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines
  1. Demerol
  2. Speed
  3. Angel Dust
  4. Shabu-shabu(Sabu/Syabu/ICE)
  5. Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
  6. Megadon
  7. Nipam

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

-          Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.

  1. Alkohol
  1. Nikotin
  2. Kafein
  3. Zat Desainer

2.4. Faktor utama atau alasan-alasan pecandu

Setiap orang yang menyalahgunakan zat-zat terlarang pasti memiliki alasan mereka masing-masing sehingga mereka dapat terjebak masuk ke dalam perangkap narkotika, narkoba atau zat adiktif. Berikut di bawah ini adalah faktor sebab musabab kenapa seseorang menjadi pecandu / pengguna zat terlarang :

1. Ingin Terlihat Gaya

Zat terlarang jenis tertentu dapat membuat pamakainya menjadi lebih berani, keren, percaya diri, kreatif, santai, dan lain sebagainya. Efek keren yang terlihat oleh orang lain tersebut dapat menjadi trend pada kalangan tertentu sehingga orang yang memakai zat terlarang itu akan disebut trendy, gaul, modis, dan sebagainya. Jelas bagi orang yang ingin disebut gaul oleh golongan / kelompok itu, ia harus memakai zat setan tersebut.

2. Solidaritas Kelompok / Komunitas / Genk

Suatu kelompok orang yang mempunyai tingkat kekerabatan yang tinggi antar anggota biasanya memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Jika ketua atau beberapa anggota kelompok yang berpengaruh pada kelompok itu menggunakan narkotik, maka biasanya anggota yang lain baik secara terpaksa atau tidak terpaksa akan ikut menggunakan narkotik itu agar merasa seperti keluarga senasib sepenanggungan.

3. Menghilangkan Rasa Sakit

Seseorang yang memiliki suatu penyakit atau kelainan yang dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan dapat membuat orang jadi tertarik jalan pintas untuk mengobati sakit yang dideritanya yaitu dengan menggunakan obat-obatan dan zat terlarang.

4. Coba-Coba / Ingin Tahu / Pengen Tau

Dengan merasa tertarik melihat efek yang ditimbulkan oleh suatu zat yang dilarang, seseorang dapat memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mencicipi nikmatnya zat terlarang tersebut. Jika iman tidak kuat dan dikalahkan oleh nafsu bejad, maka seseorang dapat mencoba ingin mengetahui efek dari zat terlarang. Tanpa disadari dan diinginkan orang yang sudah terkena zat terlarang itu akan ketagihan dan akan melakukannya lagi berulang-ulang tanpa bisa berhenti.

5. Ikut-Ikutan

Orang yang sudah menjadi korban narkoba mungkin akan berusaha mengajak orang lain yang belum terkontaminasi narkoba agar orang lain ikut bersama merasakan penderitaan yang dirasakannya. Pengedar dan pemakai mungkin akan membagi-bagi gratis obat terlarang sebagai perkenalan dan akan meminta bayaran setelah korban ketagihan. Orang yang melihat orang lain asyik pakai zat terlarang bisa jadi akan mencoba mengikuti gaya pemakai tersebut termasuk menyalah gunakan tempat umum.

6. Menyelesaikan Dan Melupakan Masalah / Beban Stres

Orang yang dirudung banyak masalah dan ingin lari dari masalah dapat terjerumus dalam pangkuan narkotika, narkoba atau zat adiktif agar dapat tidur nyenyak, mabok, atau jadi gembira ria.

7. Menonjolkan Sisi Berontak / Pemberontakan / Kekuasaan / Kehebatan

Seseorang yang bandel, nakal atau jahat umumnya ingin dilihat oleh orang lain sebagai sosok yang ditakuti agar segala keinginannya dapat terpenuhi. Dengan zat terlarang akan membantu membentuk sikap serta perilaku yang tidak umum dan bersifat memberontak dari tatanan yang sudah ada. Pemakai yang ingin dianggap hebat oleh kawan-kawannya pun dapat terjerembab pada zat terlarang.

8. Melenyapkan rasa bosan agar merasa enak

Rasa bosan, rasa tidak nyaman dan lain sebagainya bagi sebagaian orang adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan ingin segera hilang dari alam pikiran. Zat terlarang dapat membantu seseorang yang sedang banyak pikiran untuk melupakan kebosanan yang melanda. Seseorang dapat mengejar kenikmatan dengan jalan mnggunakan obat terlarang yang menyebabkan halusinasi / khayalan yang menyenangkan.

9. Mencari Tantangan / Kegiatan Beresiko

Bagi orang-orang yang senang dengan kegiatan yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan aksinya ada yang menggunakan obat terlarang agar bisa menjadi yang terhebat, penuh tenaga dan penuh percaya diri.

10. Merasa Dewasa

Pemakai zat terlarang yang masih muda terkadang ingin dianggap dewasa oleh orang lain agar dapat hidup bebas, sehingga melakukan penyalah gunaan zat terlarang. Dengan menjadi dewasa seolah-olah orang itu dapat bertindak semaunya sendiri, merasa sudah matang, bebas orangtua, bebas guru, dan lain-lain.

BAB III

                                                                     PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Melihat kenyataan yang telah disimpulkan pada uraian-uraian sebelumnya. Narkoba adalah zat obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Dapat digarisbawahi, narkoba bukanlah zat yang aman dan baik bagi tubuh kita. Bahaya dari penggunaan zat narkoba ini meliputi dari berbagai gangguan organ tubuh, seperti pencernaan dan pernafasan. Juga ganggguan psikis, perilaku, sampai emosional pemakai yang tak terkendali. Bahkan, akibat terburuk dari pemakaian obat-obat ini adalah kematian. Tetapi, untuk beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat digunakan dalam pengobatan medis.

3.2. Saran

Setelah membaca karya tulis ini, semoga masyarakat bisa lebih membuka matanya akan   bahaya dari penggunaan narkoba. Jangan terpengaruh oleh lingkungan atau tren masa kini yang menyebutkan bahwa, “Ketinggalan jamanlah orang yang tak mengonsumsinya.” Janganlah kita berasumsi seperti itu, bahkan mungkin pengguna narkoba adalah orang-orang yang tak ‘gaul’ dalam persoalan medis kedokteran atau kesehatan. Jadilah orang cerdas yang tak mudah terjerumus ke dalam lingkungan narkoba yan sudah tentu mengancam kesehtan jiwa, ruhani, dsb.

Daftar Pusaka :

BNN (2013). Apa Itu narkoba. Dari :

http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=106&Itemid=132#.UUmyXTdtCSo, 20 Maret 2013

Wikipedia (2013). Narkoba. Dari :

http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba, 20 Maret 2013

Hariyanto, S.Pd(2012). Pengertian Narkoba. Dari :

http://belajarpsikologi.com/pengertian-narkoba/, 20 Maret 2013

Abdul Azis (2012). Brigjen Viktor : Ini Dampak Negatif Pengguna Narkoba. Dari :

http://makassar.tribunnews.com/2012/11/27/brigjen-viktor-ini-dampak-negatif-pengguna-narkoba, 20 Maret 2013

Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (2012). Efek Negatif Penggunaan Narkoba.  Dari :

http://indonesiabergegas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=80:efek-negatif-pemakaian&catid=14&Itemid=166, 20 Maret 2013

Luqita Thaa Nathalia (2012). Dampak Negatif Penggunaan Narkoba. Dari :

http://lukitanatalia.blogspot.com/2012/02/dampak-negatif-penggunaan-rokok.html, 20 Maret 2013

Rehabilitasi Narkoba dan Alkohol (2012). 9 CIRI PECANDU SHABU-SHABU. Dari :

http://rehabnarkoba.blogspot.com/2012/07/9-ciri-pecandu-shabu-shabu.html#.UUneODdtCSo, 20 Maret 2013

Anne Ahira(2012). Zat Adiktif Mengancam Kesehatan. Dari :

http://www.anneahira.com/zat-adiktif.htm, 21 Maret 2013

Organisasi.Org, Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia(2008). Faktor Penyebab/Alasan Seseorang Memakai/Menggunakan Narkoba, Narkotika & Zat Adiktif.  Dari :

http://organisasi.org/faktor-penyebab-alasan-seseorang-memakai-menggunakan-narkoba-narkotika-zat-adiktif, 21 Maret 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s